MAKALAH MUNASABAH

A. PENGERTIAN MUNASABAH

Kata munasabah secara etimologi , menurut As- Sayuthi berarti al musyakalah (keserupaan) dan al muqarobah ( kedekatan). Sedangkan secara terminologi, munasabah berarti :

Menurut Az- Zarkaysi “munasabah adalah suatu hal yag dapat di pahami , tatkala dihadapkan oleh akal, pastiitu akan menerimanya”.

Oleh karena itu apabila kita melihat dari konteks ulumul qur’an, munasabah dapat diartikan menjelaskan korelasi makna antar ayat atau antar surat, dimana bentuk korelasi tersebut dapat bersifat umum atau khusus. Asy-syaitibi menjelaskan bahwa satu surat, walupun terdapat banyak masalah, akan tetapi masalah- masalah itu masih tetap berkaitan antara satu dengan lainnya.Sehingga jangan hanya memperhatikan pada awal surat,tetapi dilihat juga pada akhir surat , atau sebaliknya.

Mengingat pentingnya ilmu ini, kami selaku kelompok 2 merasa perlu menambah beberapa penjelasan sebagai berikut :

1. Muhammad ‘izah Daruzah menyatakan , bahwa sebelumnya atau semula orang mengira tidak ada hubungan antara satu ayat/surat dengan ayat/surat lain.tetapi sebenarnya ternyata, bahwa sebagian besar ayat-ayat dan surat-surat itu ada hubungannya

Antara satu dengan yang lainnya<!–[if !supportFootnotes]–>[1]<!–[endif]–>.

2.Dr.shubhi Al-Shalih dalam kitabnya : mengemukakan bahwa mencari hubungan antara satu surat dengan surat lainnyaadalah sesuatu yang sulit dan sesauatu yang dicari- cari tanpa ada pedoman/petunjuk, kecuali hanya didasarkan atas tertibsurat-surat yang taufiqi.<!–[if !supportFootnotes]–>[2]<!–[endif]–>

3.Imam Muhammad Abduh mengatakan baha suatu surat mempunyai satu kesatuanmakna dan erat pula hubungannya dengan surat sebelum dan sesudahnya. Apabila suatu ayat belum atau tidak diketahui Asababun Nuzulnya, atau ada asbabun nuzul tetapi riwayatnya lemah,maka ada baiknya pengertian suatu ayat ditinjau dari sudut munasabahnya dengan ayat sebelumnya maupun dengan sesudahnya.<!–[if !supportFootnotes]–>[3]<!–[endif]–>

4.Jumhur Ulama berpendapat bahwamenjelaskan ayat dengan mencari asbabun nuzulnya adalah jalan yang kuat dalam memehami makna alqur’an akan tetapi kadang-kadang pengertian munaasbah ayat lebih kuat dan rasional dari pada asbabun nuzul.<!–[if !supportFootnotes]–>[4]<!–[endif]–>

B. MACAM-MACAM  MUNASABAH

1. Munasabah antar surat dengan surat sebelumnya

As- Suyuthi menyimpulkan bahwa munasabah antar satu surat dengan suratsurat sebelumnya. sebelumnya berfungsi menerangkan atau menyempurnakan ungkapan pada

2.Munasbah antara nama surat dengan tujuan turunnya

Setiap surat mempunyai tema pembicaraan yang menonjol dan itu tercermin pada namanya masing-masing.

3.Munasabah antara bagian suatu ayat

Munasabah antara bagian suatu ayat sering berbentuk pola munasabah at-tadhadut (perlawanan) seperti dalam surat al-hadid diantara kata yaliju (masuk) dan kata yakhruju (keluar).

4.Munasabah antara ayat yang letaknya berdampingan

Munasabah ini pada umumnya menggunakan pada ta’kid (penguat), tafsir (penjelas), i’tiradh (bantahan) dan tasydid (penegasan).

5.Munasabah antara suatu kelompok ayat dengan kelompok ayat disampingnya

Dalam surat Albaqara(20) ayat satu sampai dua puluh umpamanya Allah memulai  penjelasannya tentang kebenaran dan fungsi alqur’an bagi orang-orang yang bertakwa.Dalam ayat berikutnya dibicarakan tiga kelompok manusia dan sifat meraka yang berbeda- beda yaitu mukmin, kafir dan munafik.

6.Munasabah antara fashilah (pemisah) dan isi ayat

Jenis munasabah Inimengandung tujuan tertentu diantaranya adalah menguatkan makna yang terkandung dalam suatu ayat

7.Munasabah antara awal surat dengan akhir surat yang sama

Munasabah ini terdapat pada surat Al-qashas (28) yang menerangkan tentang perjuangan nabi Musa as serta kesisahannya dalam menghadapi Fir’aun.pada akira surat Allah menyampaikan kabar gembira kepada Rasulullah SAW yang menghadapi tekanan dari kaumnya dan janji Allah atas kemenangannya. Munasabah ini terletak dari sisi kesemaan kondisi yang dihadapi  oleh kedua nabi.

8.Munasabah antara penutup surat dengan awal surat berikutnya

Jika memperhatikan setiap pembukaan surat, kita akan menjumpai munasabah dengan akhir surat sebelumnya.umpamanya dalam permulaan surat al- hadid (57).

C. RELEVANSI ILMU MUNASABAH DENGAN AL – QUR’AN

Kita tidak dapat begitu saja dapat memahami pengertian suatu ayat tanpa mempelajari ayat-ayat sebelumnya dalam Alqur’an dikarenakan betapa kompleksnya alqur’an itu dimana ayat-ayat di dalam alqur’an terlah tersusun dengan rapi sesuai dengan petunjuk Allah SWT. Kelompok ayat yang satu tidak dapat dipisah dengan kelompok ayat yang laindikarenakan semua itu mempunyai hubungan yang erat dan saling kait- mengait bgaikan mata rantai yang saling sambung menyambung sehingga hal inilah yang disebut dengan filsafat ilmu.Oleh karena itu munasabah sangat di perlukan khususnya dalam menafsirkan alqur’an dan ilmu-ilmu lainnya yang yang ada dalam Ulumul Qur’an dan seperti yang deijelaskan sebelumnya bahwa ada keterkaitan antara  ayat yang satu dengan yang lainnya (munasabah) ilmu – ilmu alqur’an lainnya haruslah juga dipelajari agar bisa membantu dan mempermudah kita dalam menafsirkan alqur’an.

<!–[if !supportFootnotes]–>[1]<!–[endif]–>Drs.H.ahmad Syadali,M. A. –Drs. H. Ahmad Rofi’i, Ulumul Qur’an I,Pustaka Setia,Bandung, 2000, hal 170.

Telah Terbit on April 11, 2009 at 11:24 am  Comments (2)  

The URI to TrackBack this entry is: http://z4ck123.wordpress.com/makalah/trackback/

Umpan RSS untuk komentar-komentar pada pos ini.

2 KomentarTinggalkan komentar

  1. saya minta datanya yaa,,, :) :)
    terimakasih,,,,

    • silahkan


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: